Green canyon

9 May 2011

6 Mey 2011,

kali ini saya akan sedikit bercerita tentang suatu tempat wisata petualangan di Indonesia, letaknya beberapa jam sebelum kota cilacap, saat itu saya beserta rombongan (teman teman kuliah waktu di jogja) menghadiri acara pernikahan kawan kuliah yang calon istrinya tinggal di cilacap, ahaay!!! ini kesempatan buat bisa kumpul kumpul dengan kawan kawan kuliah yang sekarang pada kerja di jakarta, karan walaupun kami sama sama di jakarta kami jarang bertemu karna kesibukan aktifitas kerja masing masing.
Idepun tercetus untuk menghadiri acara tersebut sekaligus mencara tempat wisata terdekat disitu, diantara pilihan itu adalah green canyon dan pangandaran, tapi seperti yg diduga sebelumnya green canyon adalah keputusan yang diambil secara mufakat dengan kesepakatan penuh.
Jum’at setelah sholat azar kami yang bekerja di tempat yang berbeda beda dan di daerah yang berlainan juga semua sudah siap siap kompak untuk pulang tengbur!!, menurut informasi yang k ami terima bus yang ada adalah bis GR -> Gapuraning Rahayu, waktu pemberangkatan adalah jam 7 dari terminal lebak bulus kami semua berpacu dengan waktu agar tidak ketinggalan bis tersebut. alhasil singkat kata saya yang paling terlambat datang tapi sukur bisnya blm berangkat, bis yang kami naiki adalah jurusan lebak bulus untuk Rute kami r Sidareja karna kami berencana singgah dulu di rumah calon manten untuk menaruh tas dan perbekalan lainnya. Kami berangkat ke Green Canyon setelah Dhuhur dengan menggunakan rental mobil , dari sidareja ke green canyon tarifnya 350rb itu itu sudah termasuk bensin, perjalanan kami tempuh kurang lebih 2jam lebih, karena sampai di green canyon pas waktu sholat azar. sebenarnya jarank tempuhnya tidak sejauh itu jika jalan di sekitar sana tidak rusak, layaknya Chitato jalanya selalu bergelombang , menurut informasi warga setempat itu di karenakan penambangan liar kayu dan pasir besi yang diangkut secara berlebih dan hampir tiap hari yang melalui daerah tersebut, mengakibatkan daya tahan aspal tidak lama.
setelah beres beres dan sholat, hal pertama yang dilakukan adalah berfoto dibawah gapura yang ada tulisan Green Canyonnya, ongkos menyebrang nya adalah 75rb dengan maksimal kapasitas 5 orang, saat itu kami bertujuh jadi kami harus sewa 2 perahu mesin.

Pada awal perjalanan penyebrangan kami sempat kecewa karana air nya sedang tidak jernih karena sebelumnya turun hujan yang lebat, namun karena keindahan tebing tebing di sekitar membuat kami takjub atas keindahannya setelah cukup lama sampai juga kami di muara dan petualangan yang sesungguhnya baru akan di mulai, kami sepakat untuk melakukan aksi melawan arus kencang menuju pemandian sendang putri, dan untuk menuju kesana harus menggunakan tali yang di sediakan oleh 2 guide kami, satu satu dari kami harus melalui arus itu dengan menggunakan pelampung dan berpegangan merayap di pinggiran batu terjal, dan ketika tiba di medan yang berat dan tidak ada pegangan yang cukup bisa kami jangkau para pemandu tersebut menggunakan tali webing untuk kami berpeganganmelawan arus deras itu, ada beberapa dari kami yang hampir putus asa untuk tidak melanjutkan petualangan itu namun karena melihat semangat teman teman yang lain akhirnya kita melanjutkan sampai di muara. Letak sendang itu berada di atas tebing, untuk menuju kesana kita harus memanjat bebatuan sekitar 5 sampai 6 meter sebagai layaknya pemanjat. setelah sampai di sendang putri luar biasa airnya berbeda dengan yang ada di bawah, yang ini terasa sangat segar dan jernih. Menurut cerita dari pemandu, tempat tersebut digunakan oleh para putri untuk mandi, dan saya pun langsung berendam disana untuk melepas lelah dan ketegangan yang ada.
setelah cukup lama kami disendang putri, kami akhirnya memutuskan untuk kembali, namun pemandu tersebut menawarkan yang mau loncat dari batu tinggi nanti saya pandu, wah sebuah tantangan yang memacu adrenalin. untuk menuju tempat meloncat itu kami harus mendaki tebing yang kira kira tingginya 5 meter, 5 meter sepertinya ukukran yang tinggi juga buat kami , saya pada kususnya, saya belum pernah melompat setinggi itu walaupun di air. adrenalin berpacu dan mengalahkan rasio untuk akhirnya mengambil keputusan loncat. Terus terang saya enggan menjadi pelompat yang pertama, dengan dalih saya ingin melihat gaya dari teman saya. dan ketika giliran saya saya tidak mau menunggu lebih lama lagi untuk meloncat , karena adrenalin mumpung lagi tinggi tingginya dan kalo di tunda bisa bisa malu karena tidak berani dan kembali ke bawah, ; ) hehe,
saat itu aku berlari dan menggunakan free style dan berteriak sebisanya aaaaawhhhhhhhhhhhhhhhh…..!!!!!!!!! lho kok blm sampai aaaaaaaaaaaawhhhh lagi tidak lama jeblurrrrrrrrrrrrrr ….. hahaha lama banget tenggelam di bawah takut g bisa naik, tapi akhirnya bisa naik dan rasanya hilang semua ketakutan dan capek merasa berhasil menaklukkan tantangan, trus giliran saya menjadi penonton untuk 2 teman yang masih di atas batu payung , agak lama sih mereka loncat mungkin karena tidak menggunakan momentum adrenalin saat tinggi . setelah itu kami meluncur ber body rafting menuju kapal kami dan beranjak pulang ke penginapan, tidak lupa membeli oleh oleh kaos green canyon dan celana pendak dengan harga 55rb ; )


TAGS


-

Author

Follow Me

Search

Recent Post